Dhammayatra

ย้อนรอยระลึกถึงเส้นทางการสร้างบุญบารมีตลอดชีวิตของมหาปูชนียาจารย์ พระมงคลเทพมุนี (สด จันทสโร) ผู้ค้นพบวิชชาธรรมกาย

สารบัญ

Arti dari Dhammayatra?

Program Dhammayatra

Perjalanan suci Dhammayatra ini bertujuan untuk mengingat kebajikan yang dilakukan seumur hdupnya yaitu Guru Agung YM Phramongkolthepmuni ( Sodh Candasaro ) Penemu dari Ilmu Dhammakaya.

Kehidupan seorang Bikkhu adalah kehidupan yang paling mulia dalam menjalani siklus kehidupan di alam samsara ini yang penuh dengan mara bahaya kehidupan seorang bikkhu mengingatkan kita bahwa kehidupan ini penuh dengan penderitaan, dimana kita dapat melihat masalah yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga, mereka harus mengurus masalah rumah tangga yang tak pernah selesai, jadi oleh sebab itulah kita harus mencari cara untuk terbebas dari penderitaan hidup ini dengan memberikan kesempatan bagi diri kita, membagi waktu untuk melakukan kamma baik agar dapat mencapai kebahagiaan sejati yaitu Nibbana.

Jadi disimpulkan bahwa kehidupan Kebikkhuan adalah kehidupan melawan arus kilesa yang membuat seorang bikkhu merasa terbebas dari kekhawatiran dan keterikatan dari hal-hal keduniawian, merasa tenang dan damai mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan akan menjadi jernih dan suci, seorang bikkhu akan berhati-hati dalam menjaga sila, bermeditasi untuk mengembangkan batinnya agar memiliki Panna yang suci.

Setelah ditahbiskan menjadi Bikkhu, Beliau juga harus mengikuti pelatihan tentang kedisiplinan, sikap menghormati dan kesabaran. Perjalanan Dhammayatra merupakan pelatihan bagi para bikkhu yang baru ditahbiskan. Dhammayatra berasal dari dua kata, yaitu “Dhamma” dan “Yatra”.

Kata “Dhamma” artinya kebenaran, sedangkan kata “Yatra” artinya perjalanan hidup atau terlepas dari penderitaan hidup, jadi Dhammayatra artinya berjalan bersama dhamma berarti terhindar dari penderitaan fisik dan mental melalui Dhamma dari Sang Buddha atau dapat diartikan sebagai Ziarah dhamma atau membabarkan dhamma untuk mengumumkan keberadaan dhamma dengan berjalan kaki yang dilakukan oleh sekelompok bikkhu yang datang dari segala penjuru dunia yang tujuannya adalah untuk menyebarluaskan moral kebajikan dan dijadikan strategi dalam melatih para bikkhu untuk mandiri dan memperbaiki kebiasaan buruk melalui Ajaran Sang Buddha dalam program Dhammayatra yang ke-11, yang diikuti oleh para bikkhu yang mengikuti program Dhammayatra dimulai sejak tanggal 2-31 Januari 2023.

Menaburkan kelopak bunga di sepanjang jalan untuk menyambut para bikkhu dhammayatra sudah terjadi sejak masa kehidupan Sang Buddha dan tercantum dalam buku suci Tripitaka Dimana pada masa kehidupan Sang Buddha, Beliau pernah mengajak murid-Nya untuk melakukan ritual Dhutanga dan dimana pada jaman itu pernah terjadi bencana besar di kota Vesali, penduduk di kota itu sangat menderita akibat wabah penyakit yang mengakibatkan banyak orang meninggal dunia, banyak mayat yang tergeletak hingga menumpuk setinggi gunung, pada saat itu penduduk kota Vesali mengundang Sang Buddha untuk datang ke kotanya

Kenapa YM Luangpu Watpaknam Basicaroen memiliki peran penting dalam program Dhammayatra ini?

Program perjalanan dhammayatra ini bukan hanya memberikan kesempatan bagi para umat untuk melatih diri tapi juga untuk mengenang kembali cinta kasih yang begitu besar dari Guru Agung Phramongkolthepmuni ( Sodh Candasaro), Beliau memiliki kebajikan yang tinggi dan kemampuan batin yang luarbiasa, Beliau mencurahkan segenap jiwa dan raganya dalam menimbun paramita mengikuti jejak Sang Buddha, rela berkorban dalam melatih meditasi, mengajarkan para umat tentang meditasi agar setiap orang dapat mencapai Dhammmakaya, dimana ada sebagian umat yang sudah mencapai seperti apa yang telah YM Luangpu capai, baik itu dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

7
อนุสรณ์สถาน 7 แห่ง เส้นทางมหาปูชนียาจารย์
อนุสรณ์สถานมหาวิหารพระมงคลเทพมุนี (โลตัสแลนด์)

สถานที่เกิดด้วยรูปกายเนื้อ
ตั้งอยู่บนแผ่นดินรูปดอกบัว มีน้ำล้อมรอบ อ.สองพี่น้อง จ.สุพรรณบุรี

ลำดับที่ 1
อนุสรณ์สถานคลองบางนางแท่น

สถานที่ตั้งมโนปณิธานว่าจะบวชตลอดชีวิต
ตั้งอยู่ริมคลองบางนางแท่น อ.สามพราน จ.นครปฐม

ลำดับที่ 2
วัดสองพี่น้อง (พระอารามหลวง)

สถานที่เกิดใหม่ในเพศสมณะ
ตั้งอยู่วัดสองพี่น้อง (พระอารามหลวง) อ.สองพี่น้อง จ.สุพรรณบุรี

ลำดับที่ 3
วัดโบสถ์ (บน) บางคูเวียง

 

สถานที่เกิดใหม่ด้วยกายธรรม
ตั้งอยู่วัดโบสถ์บน ต.บางคูเวียง อ.บางกรวย จ.นนทบุรี

ลำดับที่ 4
อนุสรณ์สถานบางปลา

 

สถานที่เผยแผ่วิชชาธรรมกายครั้งแรก
ตั้งอยู่บนแผ่นดินตรงข้ามวัดบางปลา อ.บางเลน จ.นครปฐม

ลำดับที่ 5
วัดปากน้ำ ภาษีเจริญ (พระอารามหลวง)

 

สถานที่ค้นคว้าและเผยแผ่วิชชาธรรมกาย
ตั้งอยู่วัดปากน้ำ (พระอารามหลวง) เขตภาษีเจริญ กรุงเทพมหานคร

ลำดับที่ 6
มหาวิหารพระมงคลเทพมุนี (สด จนฺทสโร) วัดพระธรรมกาย

 

สถานที่ขยายวิชชาธรรมกาย
ตั้งอยู่วัดพระธรรมกาย ต.คลองสาม อ.คลองหลวง จ.ปทุมธานี

ลำดับที่ 7

เส้นทางมหาปูชนียาจารย์นี้ เกี่ยวเนื่องถึงพระมงคลเทพมุนี (สด จนฺทสโร) หลวงปู่วัดปากน้ำ ภาษีเจริญ ซึ่งเป็นพระภิกษุผู้เปี่ยมด้วยคุณธรรมและคุณวิเศษที่ดำเนินชีวิตตามแบบอย่างการสร้างบารมีของพระสัมมาสัมพุทธเจ้า และหมั่นฝึกฝนตนเองจนกระทั่งสามารถพิสูจน์ให้ชาวโลกได้รู้เห็นว่าพระพุทธศาสนา คือที่พึ่งที่ระลึกอันสูงสุดจริงๆ เส้นทางมหาปูชนียาจารย์นี้เป็นที่ตั้งของสถานที่สำคัญ 7 แห่ง ในประวัติศาสตร์ ชีวิตของหลวงปู่วัดปากน้ำ ภาษีเจริญ

วัตถุประสงค์ของธรรมยาตรา หรือจาริกไปโดยธรรมมี 3 ประการ

  1.  Demi kepentingan dan kebahagiaan umat manusia di dunia selain itu dewa-dewi di alam surga juga mendapatkan manfaat dari Dhammayatra ini.

  2. Dapat memberikan dhammadesana walaupun sedikit, indah didengar dari awal sampai akhir.
  3. Semua makhluk hidup di dunia memiliki debu yaitu kekotoran batin(kilesa), orang yang memiliki saddha, berakal budi dan memiliki buah pahala akan mampu mencapai Dhamma tertinggi, tapi jika tidak ada perjalanan suci Dhammayatra atau pembabaran dhamma bagi orang yang tidak memiliki saddha(keyakinan) dan yang memiliki sedikit pengetahuan maka akan kehilangan manfaat dan kebahagiaan dari penyambutan para bikkhu

Bagaimanakah peran Dhammayatra di masa kehidupan Sang Buddha?

Di masa kehidupan Sang Buddha, Beliau memimpin rombongan para bikkhu Dhammayatra untuk melakukan Prosesi Dhutanga dari kota ke kota untuk menyebarkan agama Buddha contohnya seperti:

Di masa kehidupan Sang Buddha terdapat sebuah kota bernamaVesali adalah ibukota dari kerajaan Vajji, masa itu masih masa pemerintahan rezim ( mirip dengan masa pemerintahan saat ini) kota Vesali adalah kota yang sangat besar, kaya dan makmur dan populasinya sangat padat.

Suatu hari kota Vesali mengalami 3 bencana besar yaitu: 1. Terjadi kelaparan yang hebat, hujan tidak turun pada musimnya, padi-padi menjadi kering dan mati 2. Terjadi wabah penyakit, orang miskin banyak yang mati karena kelaparan dan menyebabkan bau busuk di seluruh kota itu 3. Raksasa-raksasa datang ke kota vesali yang mengakibatkan bertambahnya kematian tak lama kemudian penyakit kolera pun menyebarluas, ini adalah peristiwa yang paling mengerikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Raja Lichavi memiliki penduduk sebanyak 7.707 orang, Raja Lichavi mengumpulkan rakyatnya untuk mengadakan meeting di ruang pertemuan utama untuk bersama-sama mempertimbangkan dan memantau perilaku para Raja-raja yaitu apakah para Raja melanggar sila atau berperilaku buruk yang mengakibatkan terjadinya musibah-musibah itu.

Setelah diselidiki bahwa raja-raja itu tidak melanggar sila atau melakukan kesalahan, mereka segera mencari solusi untuk mengatasi 3 musibah itu, dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengundang Sang Buddha yang saat itu sedang berada di Phra Nakhon Ratchagha, jadi mereka mengutus 2 Pangeran Licchavi sebagai Duta besar untuk membawa upeti kepada Raja Bimbisara yang berada di kota Rajagaha.

 

Lalu Kedua Pangeran Licchavi pergi menemui Sang Buddha, mereka meminta waktu untuk menghiasi jalan dari kota Rajagaha sampai ke tepian Sungai Gangga yang jaraknya kurang lebih 80 km, mereka juga membangun 5 tempat peristirahatan khusus untuk Sang Buddha dan para pengikut-Nya.

Raja Bimbisara mempersembahkan 2 payung putih kepada Sang Buddha dan kepada 500 Bikkhu lainnya, Raja Bimbisara beserta dengan rombongannya mempersembahkan bunga dan wewangian disepanjang jalan yang dilalui oleh Sang Buddha dan pengikutnya sampai di tepian sungai gangga Raja Bimbisara turun ke sungai sampai batas lehernya untuk mengantar Sang Buddha menyeberangi sungai Gangga.

Para penduduk di Kota Phaisali yang letaknya sekitar 40 km di sebelah utara dari sungai gangga, setelah mendengar kabar tentang kedatangan Sang Buddha, mereka segera menerima kedatangan Sang Buddha dengan membersihkan jalan yang akan dilalui oleh Sang Buddha dan pengikut-Nya dari mulai tepi sungai gangga sampai kota phaisali, mereka membangun 3 tempat peristirahatan permanen untuk Sang Buddha, mereka mempersiapkan pemujaan 2 kali lipat dari apa yang dilakukan oleh Raja Bimbisara. Perahu-perahu yang disinggahi oleh Sang Buddha dan pengikut-Nya menempuh perjalanan sejauh 16 kilometer menelusuri sungai gangga menuju kota Phaisali. Para Raja Licchavi juga turun ke sungai, mereka berjalan ke dalam sungai sampai batas lehernya untuk menyambut Sang Buddha di sungai Gangga.

Saat perahu sampai di tepian sungai dan setelah Sang Buddha menginjakkan kaki pertamanya di sungai gangga, tiba-tiba kabut hitam muncul yang menyebabkan turunnya hujan lebat dan membanjiri kota itu sampai setinggi leher yang membuat mayat-mayat terapung ke sungai Gangga sehingga kota itu menjadi bersih kembali.
Sang Buddha tiba di gerbang pintu masuk kota Phaisali pada sore hari, Beliau menyuruh Bikkhu Ananda berdoa “Rattana Sutta” agar dapat berjiarah untuk melanturkan paritta suci di antara 3 tembok yang berada di kota Phaisali yang diikuti oleh para penduduk serta keturunan Licchavi, Sutta ini disebut dengan “ Rattana” yang artinya Tiratana yaitu Buddha Rattana, Dhamma Rattana dan Sangha Rattana.

Ketika Bikkhu Ananda membacakan Paritta Rattana Sutta dari Sang Buddha, Beliau mengambil mangkuk Sang Buddha dan menaruhnya diatas permukaan air dan berdiri di pintu gerbang kota Phaisali sambil mengingat Kebajikan dari Sang Buddha dimulai sejak Beliau bertekad bulat untuk mencapai pencerahan, Beliau mempelajari Dhammacakkapavatanasutta dan 9 Lokkutaradhamma yaitu ( 4 Magga, 4 Phala, dan 1 Nibbana) setelah itu Beliau masuk ke dalam kota, berjalan sambil memercikkan air berkah, hal itu membuat semua raksasa yang masih tersisa di kota itu lari terbirit-birit ketakutan dan keluar dari kota itu, setelah suasananya kembali normal, semua penduduk di kota itu satu persatu keluar dari rumahnya sambil membawa bunga-bunga dan wewangian untuk dipersembahkan kepada Bikkhu Ananda dimana hari itu Beliau berdoa Rattana Sutta sepanjang malam.

Sang Buddha menetap di kota Phaisali dan membabarkan Rattana Suttta selama 7 hari penuh, setelah Beliau melihat bahwa situasinya sudah kembali normal Beliau pun berpamitan kepada Raja Licchavi dan seluruh penduduk Vajji untuk kembali ke Rajagaha, kali ini seluruh penduduk memberi penghormatan secara meriah untuk mengantar Sang Buddha menyeberangi sungai Gangga.

 

 

(Kisah tentang Kota Vajji di https://www.interhq.org/ และhttps://www.dmc.tv/dhammayatra/ )

Para Bikkhu yang ditahbiskan dalam Program Upasampada 100,000 bikkhu dari seluruh Propinsi di negara Thailand di akhir pelatihan diadakan Ritual Tudong yang dilakukan di setiap propinsi yang mengikuti Program Upasampada yang bertujuan untuk menjadi lahan kebajikan bagi para umat untuk melatih diri menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Setelah masa vassa berakhir sekitar 1000 orang bikkhu masih ingin meneruskan kebikkhuannya. Para bikkhu akan berkumpul di Wat Phra Dhammakaya untuk mempelajari dan mendalami Dhamma dengan cara melakukan meditasi selama 10 jam/hari selama 2 bulan, agar hati dan pikiran menjadi jernih dan suci. Selain itu para bikku juga melakukan ritual tudong pergi ke beberapa propinsi termasuk kota Bangkok yang jaraknya sekitar 400 km dengan tujuan untuk membangkitkan kesadaran umat buddha menurut Ajaran Sang Buddha. Dalam penyebaran buddhisme para bikkhu harus melakukan Ziarah Dhammayatra melewati daerah perumahan atau trotoar untuk menjadi lahan kebajikan bagi setiap orang serta untuk membabarkan Dhamma.

(Kisah tentang Kota Vajji di https://www.interhq.org/ และhttps://www.dmc.tv/dhammayatra/ )

( Informasi lebih lanjut di https://www.dmc.tv/dhammayatra )

 

Kegiatan-kegiatan dalam Program Dhammayatra

1, Menaburkan kelopak bunga untuk menyambut para Bikkhu Dhammayatra.

2. Memetik dan memisahkan kelopak bunga marigold untuk menyambut Bikkhu Dhammayatra di Wat Phra Dhammakaya.

3. Berdana Makanan dan Minuman kepada para Bikkhu Dhammayatra.

4. Berdoa Meditasi serta Mendengarkan Dhamma bersama dengan para Bikkhu Dhammayatra.

5. Mengadakan acara pindapata di setiap tempat bersejarah.

6. Penyalaan Lilin sebagai persembahan puja bakti kepada Sang Buddha dan Guru Agung di tempat bersejarah.

7. Upacara Persembahan Sanghadana dan Pemberian Beasiswa.

8. Pengembangan Vihara dalam Program Dhammayatra.

9. Menjadi sukarelawan untuk membantu kegiatan dalam program Dhammayatra seperti menggelar tikar, mengepack kelopak bunga, dan membantu kegiatan-kegiatan yang lainnya.

Pahala yang didapatkan dari pengucapan sadhu disaat menyambut Bikkhu Dhammayatra.

  1. Akan menjadi orang yang tenar dan terkenal baik di alam dunia maupun di alam surga
  2. Memiliki suara yang merdu dan indah
  3. Kemanapun kita pergi, kita akan disambut dengan baik
  4. Memiliki banyak harta kekayaan, kerajaan dan pengikut yang setia
  5. Memiliki raga yang indah dan sempurna
  6. Memiliki mulut dan gigi yang indah buah pahala dari beranumodhana sadhu ketika
    Menyambut para bikkhu
  7. Terlahir di alam surga setelah meninggal dunia
  8. Para dewa-dewi, Brahma dan Arupabrahma akan memuji dan memberkati
  9. Dapat Mencapai Nibbana dengan mudah dan cepat.

 ( Informasi diambil dari https://www.dhammayatra.org/ )

Para umat yang ikut berpartisipasi dalam Ritual Tudong

Mr. Fridolin Holzer dari Jerman : “Tempat ini sangat indah, tenang dan nyaman untuk ditempati dan orang disini sangat baik dan ramah, mereka bekerja keras agar program ini dapat berlangsung sebaik mungkin, Acara ini sangat meriah dan orang-orang yang ikut serta dalam acara ini pasti mengatakan hal yang sama bahwa tempat ini sangat indah dan tenang, mereka pun akan merasa bahagia, Saya pikir agama Buddha itu sangat berjaya karena saya melihat umat buddhis terlihat sangat bahagia dan yang sangat penting adalah Sang Buddha memberikan banyak manfaat bagi dunia ini,” Simak selengkapnya di >> http://youtu.be/45xDEzvTxgk

Rombongan umat dari Republik Demokratik Rakyat Laos datang untuk berpartisipasi dalam menyambut para Bikkhu Dhammayatra,” Saya sangat terkesan karna saya menyaksikan secara langsung kesini, saya ingin setiap orang menyambut para Bikkhu Dhammayatra, kami benar-benar beruntung dapat bersujud dan bernamaskara kepada ribuan bikkhu Dhammayatra ini.” Simak selengkapnya di >> http://youtu.be/gG7We-iR1Go

Perwakilan dari suku mon berpartisipasi dalam menyambut para Bikkhu Tudong : “ Hari ini kami sangat terkesan dan bahagia karna kami ikut serta dalam menaburkan bunga Marigold, kami suku Mon, Mynmar, dan Thailand tidak pernah melihat peristiwa yang menakjubkan seperti ini sejak kami lahir.” Simak selengkapnya di >> http://youtu.be/g1B1qBFryAw

Jiran Wongphung, seorang siswi dari sekolah Kannarat Bamrung, propinsi Pathumthani : ”Saya sangat terkesan atas penyambutan para Bikkhu Dhammayatra ini, saya merasakan buah pahala mengalir dalam diri saya, saya berharap program ini dapat diadakan setiap tahun, kami selalu sibuk dan jarang ke vihara, tapi hari ini para Bikkhu datang, dan ini adalah hal yang sangat mulia, kesempatan seperti ini sangat sulit terjadi.” Simak selengkapnya di >>http://youtu.be/e8UuUyjhQdU

Informasi mengenai Program Dhammayatra setiap tahunnya

Ritual DhutangaTahun ke-1 yaitu tahun 2012 ( Tgl 2-25 Januari )

Dhutanga Thammachai Penetapan Perjalanan Suci Guru Agung di ke-6 Propinsi tahun 2012 “ Memusnahkan Kejahatan Serta Menimbun Kebajikan Di Dunia.”

1.127 Bikkhu Dhammayatra, jarak sekitar 365 km

Ritual Dhutanga Tahun ke-2 yaitu Tahun 2013 ( Tgl 2-27 Januari)

Ritual Dhutanga yang ke-3, Tahun 2015 ( Tgl 2-28 Januari ) Program Dhammayatra Perjalanan Suci Phramongkolthepmuni (Sodh Candasaro) yang ke-4 Dengan Tema “ Menyambut tahun baru, mengisi pahala besar untuk diri sendiri” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.129 orang Perjalanan Bikkhu Dhutanga berjarak 459 kilometer

Ritual Dhutanga yang ke-3, Tahun 2015 ( Tgl 2-28 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci Phramongkolthepmuni (Sodh Candasaro) yang ke-4 Dengan Tema “ Menyambut tahun baru, Mengisi pahala besar untuk diri sendiri” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.129 orang Perjalanan Bikkhu Dhutanga berjarak 459 kilometer

Ritual Dhutanga yang ke-4, Tahun 2016 ( Tgl 2-25 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci YM Luangpu watpaknam yang ke-4 Dengan Tema “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.130 orang Perjalanan Bikkhu Dhutanga berjarak 365 kilometer

Ritual Dhutanga yang ke-5, Tahun 2017 ( Tgl 2-31 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci YM Luangpu watpaknam yang ke-5 Kegiatan “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.131 orang Tema “Pengembangan Vihara”

Ritual Dhutanga yang ke-6, Tahun 2018 ( Tgl 2-31 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci YM Luangpu watpaknam yang ke-6 Kegiatan “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.134 orang
Dengan Tema “Pengembangan Vihara”

Ritual Dhutanga yang ke-7, Tahun 2019 ( Tgl 2-31 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci YM Luangpu watpaknam yang ke-7 Kegiatan “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.135 orang Dengan tema “Pengembangan Vihara”

Ritual Dhutanga yang ke-8, Tahun 2020 ( Tgl 2-31 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan Suci YM Luangpu watpaknam yang ke-8 Kegiatan “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.136 orang Dengan tema “Pengembangan Vihara”

Ritual Dhutanga yang ke-9, Tahun 2021 ( Tgl 6-31 Januari )

Program Dhammayatra Perjalanan suci YM Luangpu watpaknam yang ke-9 Dengan tema“ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah, dan Menjalani 5 sila” Bikkhu Dhammayatra berjumlah 1.250 orang

Ritual Dhutanga yang ke-10, Tahun 2022 ( Tgl 2-31 Januari )

Perjalanan suci YM Luangpu watpaknam yang ke-10 Dengan tema “ Cinta rumah, cinta vihara, cinta sekolah dan Menjalani 5 sila”

Ritual Dhutanga yang ke-11, Tahun 2023 ( Tgl 2-31 Januari )

Program Dhammayatra yang ke-11 di 7 Tempat Bersejarah dilakukan sebagai persembahan puja bakti kepada Maha Guru ( Pemusnah Mara)

Bikkhu Dhammayatra sebanyak 1.139 orang dalam kegiatan “Pengembangan Vihara”

( Keterangan lebih lanjut di https://www.dmc.tv/pages/phramongkolthepmuni/