
Phramongkolthepmuni

Phramongkolthepmuni
Urutan ke-7Tempat Penyebarluasan Vijja Dhammakaya
Berlokasi di Wat Phra Dhammakaya Kecamatan Khlong Sam Kabupaten Khlong Luang Propinsi Pathum Thani

Monumen Bersejarah Maha Wihan Phramongkolthepmuni
Tempat Penyebarluasan Vijja Dhammakaya
Tahun 1970 Khun Yay Ajahan Maharattana Upasika Chan Khonnokyung Murid Utama “Tiada Duanya” Dari Yang Mulia Luang Pu
Beliau telah mengumpulkan sebuah kelompok perintis untuk membangun tempat meditasi yang bertujuan untuk menyebarluaskan Buddhisme dan Vijja Dhammakaya sesuai aspirasi dari Yang Mulia Luang Phor yang saat ini telah menjadi Wat Phra
Dhammakaya Kabupaten Khlong Luang Propinsi Pathum Thani.
Khun Yay Ajarn Maharattana Upasika Chan Khonnokyung merupakan salah satu murid dari Yang Mulia Luang Pu yang berhasil mempelajari Vijja Dhammakaya tingkat tinggi. Beliau mendapat sanjungan dari Yang Mulia Luang Pu bahwa,” Chan adalah murid yang tiada duanya.” Setelah Yang Mulia Luang Pu wafat, Khun Yay Ajarn menyebarluaskan Vijja Dhammakaya sesuai dengan aspirasi dari Yang Mulia Luang Pu hingga akhirnya bertemu dengan Yang Mulia Luang Phor Dhammakaya dimana Beliau berdedikasi untuk menyebarluaskan Vijja Dhammakaya sesuai dengan aspirasi Yang Mulia Luang Pu.
Setelah itu dibangunlah Wat Phra Dhammakaya untuk menampung para praktisi yang terus bertambah dan mendukung penyebarluasan Buddhisme dan Vijja Dhammakaya ke seluruh dunia, dengan tekad yang kuat untuk “membangun vihara, membentuk Bhikkhu yang sejati, dan membentuk orang baik,”
Selama lebih dari 5 dekade, Luang Phor Dhammajayo telah mengajarkan meditasi berdasarkan prinsip Vijja Dhammakaya yang ditemukan kembali oleh Yang Mulia Phramongkolthepmuni (Sodh Candasaro). Banyak yang telah mencapai kebahagiaan batin melalui praktek meditasi ini, mulai dari para Bhikkhu Samanera upasaka upasika hingga para umat yang berada di dalam negeri dan luar negeri, banyak yang mencapai hasil meditasi yang sangat baik. Mereka memiliki kesempatan untuk mendalami Vijja Dhammakaya.
• Pentingnya Monumen Maha Wihan Phramongkolthepmuni Di Wat Phra Dhammakaya
Kami mengucapkan Anumodana kepada para Bhikkhu yang merupakan lahan kebajikan bagi kami semua serta semua divisi departemen serta semua umat yang turut serta dalam menyelesaikan misi Dhammayatra sampai berhasil demi memproklamirkan kebajikan sebagai persembahan puja bakti kepada Guru Agung serta mendirikan perjalanan suci Bhikkhu Sang Penakluk Mara.
Hari ini adalah hari kemenangan (Ci tang me) kami merasa sangat bahagia, kami juga bersukacita kepada Para bhikkhu yang menjadi lahan kebajikan dan telah menjalankan tugas dengan sempurna. Meski dalam kondisi apapun mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk misi ini. Selama satu bulan terakhir, para bhikkhu telah berlatih dengan tekun, menahan lapar, meditasi, melatih diri menjadi Bhikkhu yang sejati, tekun menjalankan tugas dalam Buddhisme, mengikuti jejak Yang Mulia Luang Pu.
Termasuk semua orang yang bersama-sama memproklamirkan kebajikan sebagai persembahan puja bakti kepada Bhikkhu penakluk mara dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan suci ini. Mereka semua menciptakan kebajikan dengan penuh sukacita yang membawa kebahagiaan dan mendapat restu dari para dewa dan manusia, bahkan para umat yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan juga merasa senang dan terkesan.
Oleh sebab itulah semua orang harus bersukacita karena misi ini, disaat ini, tidak sembarang orang didunia ini bisa melakukannya, semakin dipikirkan akan semakin menakjubkanm dimulai dari para Bhikkhu yang awalnya mereka adalah orang biasa seperti kita, kamma baik dari masa lalu menumbuhkan keyakinan kita hingga akhirnya mentahbiskan diri, setelah ditahbiskan melatih diri menahan lapar, meditasi untuk menjadi Bhikkhu yang sejati setiap saat. Meski kita belum menjadi orang suci tapi kita memiliki tekad kuat untuk mencapai tujuan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, harus bersungguh-sungguh melatih diri, meski lingkungan tidak senyaman sewaktu menjadi umat biasa, tetaplah bertahan, melatih diri, menahan lapar, meditasi, bertekad menjadi Bhikkhu sejati lahir dan batin. Hal ini sangatlah sulit terjadi. Dari milyaran pria di dunia ini hanya sedikit orang saja yang mendapatkan kesempatan ini, terlebih lagi mengikuti perjalanan suci ini dijalan Sang penakluk mara ini sangat langka, sebab Mara akan menghalangi dan tidak ingin manusia mengetahui tentang Dhammakaya dan terus menutupi kebenaran hidup agar tetap menjadi rahasia selamanya agar bisa mengendalikan manusia dalam kekuasaannya, karena jika berada dalam kekuasaannya Mara akan menarik manusia ke alam penderitaan dan menyebabkan penderitaan yang sangat besar.
Yang paling ditakuti Mara adalah raga manusia yang telah mencapai pencerahan, yang telah mencapai Dhammakaya dan Vijja Dhammakaya, karena ini akan mengungkap semua tentang Mara. Ketika semua tentang Mara terungkap, akan membawa kepada pemahaman yang benar yang tujuannya adalah untuk mengalahkan Mara, jadi oleh sebab itulah mereka menghalangi dengan segala cara dengan membuat kelahiran manusia menjadi sulit, setelah terlahir Mara akan membuat manusia lupa akan masa lalunya, lupa dengan tujuan hidupnya, Mara akan terus mengendalikan manusia seperti ini terus-menerus.
Oleh karena itulah hal yang dilakukan oleh Yang Mulia Luang Pu (Sang Penakluk Mara) adalah menaklukkan Mara pada akarnya dan sumber utamanya, jika bisa menaklukkan mara dititik ini, itu berarti kita akan mendapatkan kemenangan yang permanen, semua yang tersembunyi akan terungkap, manusia akan berubah dari ketidaktahuan menjadi tercerahkan, ketika sudah tercerahkan pasti semua orang akan berpikiran sama.
Berbicara sama, bertindak sama dan perbedaan akan hilang dari dunia, baik itu perbedaan dari bentuk fisik, kekayaan, kualitas, kualitas, status social akan hilang semuanya, wujud asli yang indah dari setiap orang yang telah terpecah akan tersimpan di tempat mara, akan dapat dikumpulkan kembali menjadi satu ketika raga manusia menjadi satu dengan Dhammakaya.
Jadi oleh karena itulah Yang Mulia Luang Pu sangatlah penting jadi marilah kita bersama-sama memproklamirkan kebajikan dan mempersembahkan puja bakti kepada Beliau. Para bhikkhu pasti merasa bahagia dan kagum sejak hari itu sampai dengan detik ini.
Termasuk para umat yang telah meninggalkan semuanya, melepaskan semua urusan duniawi untuk mendapatkan pahala besar, hal seperti ini hanya sedikit terjadi didunia ini dari milyaran orang yang memberi kesempatan pada diri mereka untuk melakukan hal ini.
Jika bisa memahaminya maka hati akan dipenuhi oleh kebahagiaan, meskipun lingkungan luar menghadapi berbagai masalah, semua memiliki tekad dan tujuan untuk mendapatkan buah pahala yang istimewa dengan memproklamirkan kebajikan dan persembahan puja bakti kepada Guru Agung hingga misi perjalanan suci ini berhasil dimana hal ini sangat sulit terjadi.
Oleh karena itulah kita semua harus bersukacita dalam kebajikan terbesar ini, sucikan hati dan pikiran karena hari ini adalah hari yang berbahagia, hari yang bersejarah yang harus dicatat dalam sejarah Ajaran Dhammakaya sekali lagi.
Ajaran Yang Mulia Luang Phor Dhammajayo