
Phramongkolthepmuni

Phramongkolthepmuni
Urutan ke-2 Tempat dimana Beliau Bertekad Bulat mentahbiskan diri Sebagai Bhikkhu seumur hidupnya.
Berlokasi Di Tepi Sungai Bang Nang Taen Kecamatan Sam Phran Propinsi Nakhon Pathom.
Upacara Penyambutan Para Bhikkhu Dhammayatra dalam Program Perjalanan Suci Dhammayatra sebagai Persembahan Puja Bakti Kepada Guru Agung Phramongkolthepmuni (Sodh Candasaro) Sang Penakluk Mara Di ke-7 Monumen Bersejarah Tahun ke-12 Tanggal 7 Januari 2024 Di Monumen Bersejarah Sungai Bang Nang Taen Kecamatan Sam Phran Propinsi Nakhon Pathom.

Monumen Bersejarah Sungai Bang Nang Taen
Tempat Yang Mulia Luang Pu Bertekad Menjadi Bhikkhu Seumur Hidup
Tahun 1903 Pada usia 19 tahun
Bertekad untuk menjadi seorang Bhikkhu seumur hidup
Di sungai Lad Bang Nang Taen Bagian Utara Pasar Baru Dekat sungai Nakhon Chai Si Kecamatan Sam Phran Propinsi Nakhon Pathom.
Dapat dikatakan bahwa sangat jarang bagi seseorang untuk mengambil keputusan yang bulat untuk metahbiskan diri sebagai Bhikkhu seumur hidup, karena ini bukanlah hal yang mudah. Pada umumnya batin semua makhluk diselimuti oleh kilesa (kekotoran batin) terutama kenikmatan indria yang merupakan umpan penting yang membuat semua makhluk terus berputar dalam tumimbal lahir dan kematian (samsara).
Hanya mereka yang memiliki kebajikan dari masa lalu yang baik dapat melihat bahaya dalam kehidupan berumah tangga, memahami pentingnya mengembangkan kesempurnaan pelepasan keduniawian (Nekkhama Paramita), dan memiliki inspirasi yang cukup kuat untuk membebaskan kehidupan mereka dari kilesa kenikmatan indria melalui Pentahbisan.
Karena alasan ini para umat yang saddha kepada Yang Mulia Luangpu berinisiatif untuk membuat patung emas Phramongkolthepmuni yang akan diabadikan di Monumen bersejarah ini, tempat dimana Yang Mulia Luangpu bertekad untuk mentahbiskan diri seumur hidup. Tempat ini akan dijadikan Monumen bersejarah untuk mengenang peristiwa penting yang menandai awal tekad mulia Beliau sebagai Guru Agung yang berjasa bagi umat manusia, ini merupakan ungkapan rasa terima kasih dan penghormatan serta untuk menghubungkan garis kebajikan dengan Beliau disetiap masa kehidupan. Selain itu ini juga dianggap sebagai berkah dalam kehidupan sesuai dengan sabda berikut ini: “Puja ca pujaniyānaṃ etammaṅgalamuttamaṃ artinya menghormati mereka yang layak dihormati adalah berkah utama.”
Pentingnya Monumen Bersejarah Di Sungai Bang Nang Taen
Monumen Bersejarah di sungai Bang Nang Taen, Propinsi Nakhon Pathom ini adalah tempat yang dibangun sebagai Penghormatan kepada YM Luangpu, Sang Penakluk Mara, sebagai pernyataan penghargaan kepada Beliau yang telah menemukan Vijja Dhammakaya dalam Perjalanan suci. Di Sungai Bang Nang Taen inilah Beliau membulatkan tekadnya untuk mentahbiskan dirinya menjadi Bhikkhu seumur hidup saat Beliau berusia 19 tahun, dalam perjalanan pulang menuju Propinsi Suphanburi, beliau berlayar melewati sungai Lad Bang Nang Taen yang merupakan jalan pintas untuk mempersingkat perjalanan, Sungai pintas ini pada masa itu terkenal sebagai tempat yang dipenuhi oleh kelompok perampok yang merampas harta benda dari orang-orang yang berlayar melewati jalur ini.
Oleh karena itu, Sungai Lad Bang Nang Taen ini membuat Beliau berpikir bahwa setiap orang pasti mengalami kelahiran, penuaan, sakit dan kematian, terutama orang-orang terdekat kita, para leluhur kita, kakek nenek kita. Mereka juga berdagang seperti ini, mendapatkan banyak harta dan kekayaan, tapi setelah mereka meninggal dunia tidak ada satupun yang bisa dibawa, yang bisa dibawa hanyalah kamma baik dan kamma buruk saja.
Jika kita mengikuti jejak leluhur kita, kita akan menghabiskan seluruh hidup untuk mencari harta, janganlah berbuat seperti itu, sekarang kita masih sehat dan kuat, terlahir sebagai manusia dan telah menemukan Ajaran Sang Buddha, kita seharusnya menggunakan sisa hidup kita sebaik mungkin karena tidak ada yang mengetahui berapa kita akan hidup di dunia ini dan karena kematian tidak memberikan tanda-tandanya, lakukanlah hal yang manfaatnya terbesar dalam hidup ini yaitu menjalani kehidupan sebagai seorang Bhikkhu, karena kehidupan ini adalah kehidupan yang paling mulia sebagai manusia, terutama pada masa munculnya Sang Buddha, untuk melestarikan Ajaran Buddha, kita harus menjadi seorang Bhikkhu.
Saat berlayar melewati sungai Lad Bang Nang Taen, Beliau duduk dibagian depan perahu dan menyuruh anak buahnya duduk di bagian belakang perahu. Para perampok biasanya menyerang orang yang berada dibelakang perahu, dari situ beliau mendapat pemikiran, “Harta ini milik saya, tidak pantas membiarkan orang lain yang bukan pemilik harta ini menghadapi bahaya untuk menggantikan saya. Ketika perampok datang, mereka akan menyerang orang yang berada dibelakang perahu, lalu beliau bertekad, “Jika saya selamat, saya akan menjadi Bhikkhu, setelah menjadi Bhikkhu saya akan tetap menjadi Bhikkhu hingga akhir hayat.”
Tekad Beliau begitu mulia, tekad seperti ini tidak mudah muncul dalam hati seseorang, hal ini hanya terjadi pada seorang Bodhisatva, seperti halnya Sang Buddha, ketika Beliau masih menjadi Pangeran Siddharta yang sedang berkunjung ke taman kerajaan kemudian Beliau melihat empat dewa dengan cara yang sama
Oleh sebab itulah…pada saat Beliau bertekad bulat di usia 19 tahun ini, hal tersebut menimbulkan berbagai perkembangan Di mulai dari kelahiran baru sebagai Bhikkhu, kelahiran baru dengan Dhammakaya, hingga penyebaran Ajaran Dhammakaya dan penelitian untuk mengalahkan Mara, sampai akhirnya membawa kita ke titik dimana Ajaran Dhammakaya telah menyebar ke seluruh dunia melalui Vihara Phra Dhammakaya kita. Kita melakukan ini untuk menghormati dan memuja Ajaran YM Luangpu dengan penuh hormat dan keyakinan, karena menghormati orang yang layak dihormati seperti Beliau adalah hal yang sangat patut dilakukan dan merupakan berkah tertinggi dalam kehidupan.
Hal ini sangat sulit terjadi, kemunculan YM Luangpu bukanlah hal yang biasa. Para Mara sangat berusaha keras mencegah kelahiran Beliau karena takut akan “Sang Penakluk Mara,” istilah “Sang Penakluk Mara,” ini sangat penting dan sangat sulit untuk terjadi, oleh karena itu sudah sepatutnya kita mempersembahkan penghormatan dengan memproklamasikan kebajikan Beliau untuk menetapkan jalan Sang Penakluk Mara agar terwujud.” dan berharap agar sungai Bang Nang Taen ini menjadi inspirasi bagi semua Bhikkhu dan Pasukan Dhammayatra dapat mencapai pencerahan dan terus menimbun paramita selama mungkin.
Ajaran Yang Mulia Luangphor Dhammajayo