
Phramongkolthepmuni

Phramongkolthepmuni
ประวัติ
Daftar Isi
Sejarah YM Luangpu Sebelum Pentahbisan
Masa kecil Dan Masa Remaja YM LuangPu
YM LuangPu terlahir di keturunan “ Mikeawnoi”, Ayah Beliau bernama Ngen dan ibu-Nya bernama Sutjai, Beliau lahir tanggal 10 Oktober tahun 1884, di daerah Songpinong Propinsi Suphanburi, Masa kecilnya Beliau belajar dengan seorang Bikkhu yang adalah paman-Nya di vihara Songpinong dan mempelajari aksara Khmer di vihara Bang Pla Propinsi Nakhon Pathom, sampai Beliau bisa menulis dan membaca dengan lancar, setelah tamat belajar Beliau membantu bisnis perdagangan orangtuanya, Beliau berlayar untuk menjual berasnya di pabrik penggilingan beras di Bangkok dan Nakhon Chaisri. Beliau sangat cerdas, tekun dan pekerja keras sehingga bisnisnya berkembang pesat dan menjadikan hidup keluarganya menjadi mapan.


Ketika Beliau berusia 14 tahun, ayah Beliau meninggal dunia jadi oleh sebab itulah Beliau harus meneruskan bisnis perdagangan beras milik ayahnya, Beliau sangat pandai dalam berbisnis, anak buahnya juga menghormati dan menyayangi-Nya, selain itu Beliau adalah orang yang sangat rajin dan tekun sehingga bisnisnya berkembang pesat secara bertahap dimana saat itu keluarganya termasuk keluarga kaya.
Mengerti tentang kebenaran hidup
Suatu hari ketika Beliau berusia 19 tahun, dalam perjalanan pulang dari berdagang beras sambil membawa hasil penjualan beras-Nya, Beliau mengarahkan perahunya melewati sungai kecil dimana penduduk disitu menyebutnya Klong Bang-Eetan, dimana sungai yang akan dilalui ini seringkali terjadi pembajakan. Hal ini membuat Beliau berpikir tentang kematian lalu beradhittana ,”
“ Janganlah Aku meninggal dunia sebelum Aku ditahbiskan dan Aku berjanji bahwa Aku tidak akan meninggalkan Kebikkhuanku, Aku akan menjadi Bikkhu seumur hidupKu”.
“ Untuk mencari nafkah itu sulit, Ayahku susah payah mencari nafkah bahkan Ia tidak punya waktu luang karena selalu bekerja untuk mendapatkan uang, jika tidak melakukannya, martabatnya akan direndahkan dan tidak dihormati. Para nenek moyang yang menjalani hidup di jaman dahulu juga harus mencari nafkah dengan bekerja seperti ini, dan sekarang ayah dan Aku juga harus mencari nafkah seperti ini. Sekarang kakek dan nenek moyang sudah meninggal dunia, dan Aku pun juga akan meninggal dunia, jadi kenapa Aku harus mencari harta dunia, karena jika Aku mati, semua harta itu tidak bisa kubawa mati, jadi lebih baik menahbiskan diri menjadi seorang Bikkhu.
Beliau juga bertekad bahwa setelah menjadi Bikkhu, Beliau tidak akan keluar dari Kebikkhuannya, tapi Beliau masih kuatir dengan Ibunya, jadi oleh sebab itulah Beliau mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk memastikan agar ibunya hidup nyaman seumur hidupnya.



Upasampada
Selanjutnya pada bulan Juli tahun 1906, Beliau ditahbiskan di vihara Songpinong, kelurahan Songpinong, propinsi Suphanburi, nama kebhikkhuan Beliau “ Candasaro” (dibaca Can-da-sa-ro)
Setelah ditahbiskan keesokan harinya YM LuangPu mulai praktek meditasi dengan YM Ajhan Niam Watnoi dari Kelurahan Bang Pla Ma Propinsi Suphanburi, sedangkan pelajaran Dhamma di masa vassa pertama Beliau ingin mengetahui arti dari “Avijjapachaya” tapi tidak seorangpun yang tahu, jadi akhirnya Beliau memutuskan untuk mempelajari Dhamma di kota Bangkok.
Setelah Beliau menyelesaikan masa vassanya di Vihara Songpinong, Beliau pergi ke Vihara Phra Chetuphon Wimon Mangkhalaram, di kota Bangkok untuk memperluas pengetahuan Dhammanya selain itu Beliau juga belajar meditasi Samatha-Vipassana dengan para guru yang terkenal di Thailand, Beliau cepat mengerti dan mencapai hasil meditasi yang memuaskan.

Pencapaian Ilmu Dhammakaya
Hari Pencapaian Dhammakaya
Pada tahun 1917, setelah menjalani masa vassa ke-11, Beliau melakukan perjalanan dari Wat Phra Chetuphon Wimon Mangkhalaram untuk menjalani masa vassa di vihara Bot Bon, kelurahan Bangkuvieng, Propinsi Nonthaburi, Vihara ini sangat tenang dan damai.
Di malam bulan purnama ke-15, bulan 10, tahun 1917, setelah menghadiri pelafalan sila dasar dengan para bikkhu yang lainnya, YM LuangPu bermeditasi di vihara Bot Bon, didepan Buddha rupang, kemudian beradhittana…
“ Semoga Yang Maha Agung Buddha bermurah hati kepada hamba dan menganugerahkan pengetahuan pencerahan Dhamma-Mu, jika pengetahuan Dhamma itu bermanfaat bagi agama Buddha, hamba mohon anugerahkanlah pengetahuan dhamma itu kepada hamba, dan hamba akan menjadi pembela Buddhisme demi menjunjung keagungan ajaran-Mu seumur hidupku tapi jika pengetahuan dhamma yang telah hamba ketahui itu merugikan dan tidak bermanfaat bagi Buddhisme, Aku akan menyerahkan seluruh jiwa dan raga dengan bermeditasi sebagai puja bakti kepada Sang Buddha”.
Setelah beraditthana lalu Beliau bermeditasi sampai pikirannya menjadi hening dan tenang, sampai akhirnya Beliau dapat mencapai penerangan, Beliau melihat Buddha Rupang dalam posisi meditasi, bagian atas kepala Sang Buddha terdapat kuncup bunga teratai, Beliau memiliki 32 ciri raga yang sempurna, raga Beliau sangat bening, bersinar terang dan sangat indah dimana pencapaian meditasi tahap ini disebut dengan “ Pencapaian Dhammakaya”. YM LuangPu telah menemukan bahwa di dalam diri setiap umat manusia memiliki Dhammakaya dan setiap orang dapat mencapainya.
( Baca selengkapnya di Hari Pencapaian Dhamma di Link beranda “ Pencapaian Dhamma”.)


Penyebaran Ilmu Dhammakaya
Setelah mencapai Dhammakaya, Beliau melihat dalam meditasi-Nya bahwa akan ada orang yang juga mencapai Dhammakaya di Vihara Wat Bang Pla. Setelah selesai masa vassa YM LuangPu berpindah tempat dari vihara Wat Bot Bon ke vihara Wat Bang-Pla, kelurahan Bang-lane, Propinsi Nakhon Pathom, Beliau mengajarkan para bikkhu dan para umat lainnya untuk berlatih meditasi di vihara Wat Bang-Pla selama 4 bulan, dimana ada 3 orang Bikkhu dan 4 umat lainnya telah mencapai Dhammakaya sama seperti yang telah Beliau capai.
Diangkat Menjadi Kepala Bikkhu Wat(vihara) Paknam
Pada tahun 1918, YM Chao Phrakun Somdet Phrawanarat yang saat itu menjabat sebagai Kepala Vihara Basicaroen ( yang berada dibawah meminta YM LuangPu untuk menjabat sebagai kepala vihara Wat Paknam, kemudian beliau pergi bersama dengan 4 bikkhu yang lainnya ke Wat Paknam.
YM LuangPu adalah orang yang tegas dalam setiap ucapan dan tindakan, Beliau sangat disiplin dalam menjalani tugasnya sebagai kepala vihara, disisi lain Beliau juga suka dengan pendidikan, jadi oleh sebab itulah Beliau mendukung sepenuhnya hal-hal mengenai pendidikan dan pelatihan meditasi.
Kegiatan rutin adalah mengawasi para bikkhu dan samanera agar rutin menjalankan tugasnya setiap pagi dan sore. Di hari Uposatha dan hari minggu Beliau mengajak para bikkhu dan samanera untuk mendengarkan Dhammadesana di dhammasala. Beliau juga mengajak semua para bikkhu dan samanera untuk meditasi disiang hari dan malam hari dilakukan dan setiap hari kamis jam 2 siang, Beliau mengajarkan meditasi kepada para bikkhu, samanera, upasaka dan upasika.
Pengembangan Wat(vihara) Paknam
Membangun Tempat Pelatihan Ilmu Dhammakaya
YM LuangPu mengajarkan meditasi seumur hidupnya di Wat Paknam sejak tahun 1935-1959, Beliau membentuk regu dalam mempraktekkan ilmu Dhammakaya yang diperuntukkan bagi para praktisi meditasi tingkat lanjut dan bagi mereka yang telah berhasil mencapai Dhammakaya. Para meditator ini akan bermeditasi secara beregu dan bergiliran melakukannya selama 24 jam sehari tanpa henti. Misinya adalah untuk melakukan penyelidikan terhadap dunia yang berada diluar alam semesta melalui ilmu Dhammakaya, para meditator sangat bersungguh-sungguh dalam melatih meditasi. Pelatihan ilmu Dhammakaya ini berkaitan dengan Watpaknam, itulah sebabnya YM Luangpu menjadi terkenal dengan sebutan “Luangpho watpaknam.” tapi para umat terbiasa memanggil Beliau dengan nama,”Luangpu.”



Membangun Kantin
Setelah YM LuangPu diangkat menjadi Kepala Vihara Watpaknam tahun 1916, Beliau membangun kantin di vihara untuk keperluan para bikkhu dan samanera, karena sewaktu Beliau tinggal di Vihara Phra Cethupon pernah terjadi masalah mengenai makanan untuk para jadi sejak saat itu Beliau bertekad untuk membangun kantin untuk para bikkhu dan samanera agar mereka punya waktu dan kesempatan mempelajari teori dan praktek dhamma sepenuhnya. selain itu YM LuangPu juga untuk memberikan keleluasaan bagi para umat untuk berdana makanan kepada para bikkhu dan samanera di vihara, jadi jika ada seorang donatur yang ingin berdana makanan, ia dapat mendanakannya kepada petugas di vihara, kantin di vihara juga tersedia juru masak yang setiap hari menyiapkan makanan pagi dan siang bagi para bikkhu dan samanera, tapi jika tidak ada donator yang berdana makanan, YM LuangPu akan memakai uang pribadinya untuk membeli makanan. Vihara ini adalah vihara pertama di Thailand yang para bikkhunya tidak perlu melakukan Pindapata.
Pada tahun 1938 jumlah para bikkhu dan samanera yang bervassa di vihara sekitar 150 orang saat itu jumlahnya terus meningkat sampai mencapai lebih dari 600 orang, tapi YM LuangPu tidak pernah kuatir dengan hal ini, Beliau juga tidak pernah berhenti berdana makanan selama 37 tahun.
Masa Kepemimpian
Beliau melakukan tugas sebagai pemimpin dengan berprinsip untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kenyamanan bagi para bikkhu, samanera serta bertanggung jawab atas semua tanggungan yang lainnya, layaknya seorang ayah yang merawat anak kandungnya sendiri, beliau memimpin secara adil, tegas dan bijaksana, Beliau menolong seseorang dari penderitaan dan meskipun ada pengikut yang keluar dari vihara tapi Beliau masih kuatir dan masih menanyakan tentang kabarnya karena beliau takut kalau ia akan melupakan ajaran yang telah diberikan. Beliau bermurah hati kepada setiap murid dan semua yang berada dibawah asuhannya.

Masa Pendidikan
Sebagai orang yang ketat dalam hal Dhamma, kedisiplinan dan pendidikan, para murid yang berada di bawah asuhannya diwajibkan untuk memilih satu mata pelajaran, barangsiapa yang tidak mau belajar atau latihan meditasi mereka akan ditugaskan ke bagian administrasi.
Tugas Kebikkhuan (Khanta-Thura)
Beliau membangun sekolah pendidikan Dhamma (Phrapariyattidhamma) di vihara, Beliau menggunakan dananya sendiri dan mengatur studi sarjana dhamma dan studi bahasa pali, ketika banyak orang yang berminat akhirnya Beliau menggantinya menjadi Yayasan studi bahasa pali Wat Paknam Basicaroen, sejak saat itu yayasan itu mengalami kemajuan karena Beliau selalu mendukung khususnya mengenai pendidikan bahasa pali bagi para bikkhu dan samanera. Beliau akan memuji para bikkhu dan samanera yang lulus dalam tingkat bahasa palinya serta memberikan hadiah agar mereka lebih semangat lagi.
Beliau akan mengajarkan Dhammadesana setiap hari minggu dan hari Uposatha di Dhammasala secara rutin, Beliau mengajarkan para umat untuk melakukan kebajikan dengan berdana, menjalani sila serta meditasi dengan mengambil contoh dari cerita Jataka dan Dhammapada sebagai panutan dalam menjalani hidup sehari-hari lalu diakhiri dengan meditasi, hal ini membuat para umat merasa senang dan dapat memahami sejarah agama Buddha secara lebih mendalam.
Dalam berdhammadesana Beliau mengajarkan para bikkhu dan samanera untuk melatih berdhammadesana, dan setelah mahir para bikkhu dan samanera itu berdhammadesana di Dhammasala selama masa vassa serta jika ada yang mengundang untuk berdhammadesana diluar vihara para bikkhu dapat melakukannya dengan baik dan sempurna.

Tugas Kebikkhuan ( Vipassana-Thura)
Ilmu Dhammakaya adalah ilmu yang telah lama dipelajari oleh YM Luangpu sejak Beliau upasampada pada usia 22 tahun sampai berusia 70 tahun. Beliau mengajarkan Pariyattidhamma baik teori dan prakteknya. Banyak sekali para Bikkhu dan umat awam datang untuk melatih meditasi, hal ini membuat watpaknam sangat terkenal bukan saja dalam hal teori pariyatti dhamma tapi juga prkteknya karena banyak yang bermeditasi dan mampu mencapai Dhammakaya.

Sakit Dan Wafatnya YM Luangpu
Sejak YM Luangpu menjadi kepala Wat paknam, Beliau tidak punya waktu istirahat karena Beliau harus mengurusi hal mengenai pendidikan Pariyattidhamma. Mengajar dan menyebarkan Ilmu Dhammakaya, membangun dapur di vihara, merenovasi vihara dan membantu warga masyarakat agar meringankan penderitaan mereka, Beliau mencurahkan segenap jiwa dan raganya untuk buddhisme sampai kurang istirahat yang menyebabkan kondisi fisiknya memburuk namun mental Beliau masih sangat kuat, Beliau juga tidak pernah meninggalkan tugas kebikkhuannya seperti memberikan ceramah dhamma, memberikan amulet kepada para umat dan lain sebagainya. Beliau juga tidak suka menyusahkan oranglain meskipun Beliau sedang sakit beliau, beliau akan menjaga dirinya sendiri, selain itu Beliau mudah dalam memakan makanan, apapun yang diberikan Beliau akan menerimanya.
Pada tahun 1956 YM Luangpu jatuh sakit karena tekanan darah tinggi dan hernia, Beliau harus segera dioperasi di rumah sakit Sirirat dikota bangkok, setelah dioperasi kondisi Beliau semakin memburuk maka Beliau harus dirawat lagi dirumah sakit untuk kedua kalinya. Beliau tahu kalau penyakitnya itu sudah tidak dapat disembuhkan lagi maka Beliau berkata kepada teman dekatnya bahwa penyakitnya adalah akibat dari kamma buruknya dimasa kehidupannya yang lalu, meski dokter yang merawatnya adalah dokter terhebat di Thailand tapi tetap tidak dapat menyembuhkan penyakitnya.
Sebelum YM Luangpu wafat, Beliau berkata bahwa watpaknam akan menjadi terkenal dan akan banyak pengikut yang datang untuk mempelajari ilmu Dhammakaya, Beliau berpesan untuk mengabadikan jenazahnya karena akan menarik para umat untuk mengunjungi watpaknam, mereka akan datang untuk memuja dan memberi penghormatan kepada Beliau. Orang-orang yang datang ke vihara watpaknam dapat bermeditasi dan berparitta, mereka akan bermeditasi sambil mendengarkan petunjuk dari rekaman suara asli YM Luangpu.
YM Luangpu meninggal dunia dengan damai di gedung mongkol Janthasorn, vihara paknam basicaroen pada tanggal 3 februari 1959 di usia 75 tahun vassa ke-53.
Gelar Kebikkhuan
– Beliau mendapat gelar sebagai Phrakru Samu
– Tanggal 12 Desember 1921 Beliau mendapat gelar kebikkhuan sebagai Phrakru Sanyabat ( gelar ini diberikan oleh Kaisar Raja bersamaan dengan piagam kerajaan dan kipas angis kebikkhuan). Nama yang diberikan oleh Kaisar Raja yaitu:
PhraKru Samantham Samadhan
– Tanggal 4 Desember 1949 Beliau mendapat gelar kesebagai Phraracha bagian Vipassana-Thura. Nama yang diberikan yaitu:
Phra Bhavana Koson Thera
Tahun 1951 Beliau mendapat penghargaan berupa kipas angin kebikkhuan dari kerajaan, mendapat gelar kerajaan tingkat umum, bagian Vipassana-Thura
– Tanggal 5 Desember 1955 mendapat gelar kerajaan sebagai Phrarajakhana, nama lengkap Beliau adalah yaitu:
Phramongkol Rachamuni Sudthasilapontaniwet Jesadatorn Yatikasorn Bowonsangkhaaram Khamwasi
– Tanggal 5 Desember 1957 mendapat gelar kerajaan sebagai Phrarajakhana ( Bikkhu tingkat atas ) dimana nama lengkap Beliau adalah
YM Phramongkolthepmuni Srirattana Melatih Meditasi Di Wat (vihara) Sunthorn Mahakhanisorn Bowonsangharam Khamwasi
Informasi dari wikipedia https://th.wikipedia.org/
Murid Terbaik
– Khun Yay Ajarn Maharattana Upasika Chandra Khonnokyung Pendiri Vihara Dhammakaya, Propinsi Pathum Thani ( YM LuangPu berkata “ Khun Yai adalah murid yang Tiada Duanya”.


